Perbedaan IP Static dan Dynamic

  • 2 min read
  • May 03, 2020
perbedaan ip jaringan statis dan dinamis

Ada banyak yang belum mengetahui secara detail perbedaan antara IP (Internet Protocol) static dan ip dynamic/dinamis.

Saat mengkonfigurasi jaringan contohnya konfigurasi mikrotik, tentunya harus menentukan alamat ip yang akan digunakan untuk memudahkan manajemen jaringan.

Secara singkat IP Static adalah sebuah nomor unik yang ditetapkan secara manual ule user di sebuah perangkat dalam waktu lama. Perbedaan dengan IP dynamic/dinamis alamat IP ini sering bergonta-ganti by sistem setiap user melakukan boot diperangkat yang digunakan.

Perbedaan IP Static dan dinamis

Pengertian IP Static

IP Static/Statis adalah Internet Protokol Address yang tidak berubah-ubah dan ditentukan secara manual oleh administrator.

Penggunaan IP Satatic/statis dipakai untuk mempermudah manajemen jaringan sehingga saat terjadi trouble bisa dengan mudah melakukan pengecekan.

Keuntungan menggunakan IP static lebih mempermudah saat melakukan konfigurasi perangkat karena pengalamatan jelas dan tidak mungkin tertukar dengan perangkat lainnya. penggunaan IP Satatic juga mengizinkan sebuah device (komputer) untuk diakses jarak jauh melalui jaringan selama memiliki hak akses.

Baca Juga

Pengertian Ip Dynamic

IP dinamis juga dikenal dengan istilah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Ip Dinamis dikonfigurasi pada perangkat secara DHCP sehingga akan mudah berubah bahkan setiap perangkat terhubung ke jaringan akan mendapatkan IP yang berbeda-beda terus.

Perbedaan Mendasar Antara IP Statik dan Dinamis

Ada perbedaan yang mendasar antara IP Statis dan Dinamis

  • IP statis berarti tetap, artinya tidak dapat berubah atau berganti sampai pengguna administrator ingin mengubahnya. sedangkan, IP Dynamic selalu berubah saat perangkat terhubung ke jaringan.
  • IP statik dikonfigurasikan oleh ISP (internet servive provider) sedangkan IP dynamic dikonfigurasi melalui settingan DHCP.
  • IP Static memiliki risiko peretasan karena mudah diakses melalui jarak jauh. Sebaliknya, risiko peretasan lebih rendah untuk perangkat yang menggunakan IP dinamis.
  • Mudah melacak keberadaan perangkat jika menggunakan konfigurasi IP statis, Sedangkan alamat IP dinamis, pelacakan akan lebih sulit karena IP selalu berubah-ubah.

Kekurangan dan kelebihan IP Static

Kelebihan IP Static

  • Alamat IP tidak berubah – ubah
  • Konektifitas lebih stabil
  • Mempermudah dalam kondisi tertentu saat melakukan manajemen jaringan

Kekurangan IP Static

  • Fleksibitas rendah
  • Merepotkan administrator
  • Pengelolaan manajemen harus rapih

Akhir Kata

Penggunaan IP statis dan dinamis sebenarnya bisa digunakan di semua jaringan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan saat melakukan konfigurasi jaringan internet seperti rt/rw Net.

Semoga bermanfaat

Kasih Rating Dong Ka ☺️

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *