Mengapa Kita Harus Membangun Bisnis?


Pertanyaan tersebut adalah judul bab 30 dari buku karya Robert T Kiyosaki yang berjudul Guide to Investing. Tentu saja Robert menjelaskan jawaban atas pertanyaan ini dalam buku tersebut. Ada 3 alasan yang dikemukakan oleh Ayah Kaya, yaitu:


  1. Untuk memberi Anda uang berlebihan. Setelah punya uang berlebihan kita bisa bisa berinvestasi secara leluasa.
  2. Untuk menjualnya.
  3. Untuk membawanya ke bursa (bursa saham).

Tentu saja kita sebagai umat Islam, ketiga tujuan tersebut hanya sebagai perantara saja, bukan menjadi tujuan yang utama. Masih banyak tujuan-tujuan lain yang lebih mulia yang bisa kita raih dengan membangun bisnis. Tujuan utama tentu saja, semua yang kita lakukan ialah dalam rangka mendapatkan ridha Allah. Untuk mencapai ridha Allah, maka kita harus membangun bisnis yang menghasilkan kemaslahatan yang besar bagi umat manusia lainnya.

Jika kita hanya mengejar uang semata, belum tentu akan menghadirkan kemaslahatan bagi umat manusia. Sebaliknya jika kita membangun bisnis dengan tujuan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia, maka uang insya Allah akan mengikuti. Suatu niat mulia insya Allah akan ada balasannya baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu apa saja kemaslahatan yang bisa kita hasilkan dari membangun sebuah bisnis?
  1. Membuka lapangan kerja
  2. Meningkatkan nilai ekonomi baik bahan, potensi daerah, maupun potensi manusia.


Membuka lapangan kerja bukan hanya akan memberi jalan bagi seseorang dan keluarganya untuk mendapatkan rezeki, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas. Dengan terbukanya lapangan kerja, secara otomatis akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik dari segi pendidikan, kesehatan, bahkan dari dari segi akhlaq dengan berkurangnya kriminalitas.

Munculnya suatu bisnis juga akan meningkatkan nilai ekonomi suatu bahan. Sebagai contoh enceng gondok. Sebelum diolah, tanaman tersebut tidak lebih dari gulma yang bisa mengganggu tanaman lainnya. Tetapi jika ada suatu bisnis yang mengolah tanaman tersebut menjadi suatu kerajinan seperti tas, topi, dan berbagai produk anyaman lainnya, maka nilai ekonomis enceng gondok tersebut meningkat.

Kemudian nilai ekonomi daerah dimana beroperasinya perusahaan pengolah enceng gondok tersebut pun meningkat. Perusahaan tersebut bisa meningkatkan nilai ekonomi orang-orang disekitarnya yang mungkin saja menganggur sebelumnya menjadi memiliki penghasilan. Begitu juga masyarakat di sekitarnya, mereka bisa mendapatkan manfaat secara tidak langsung dengan meningkatnya nilai ekonomi di daerah tersebut.

Memang terlihat seperti sederhana, tetapi inilah yang sebenarnya diperlukan oleh umat saat ini. Terlebih saat Indonesia belum bangkit dari keterpurukan ekonomi dan dilanda bencana tanpa henti. Bisnis bukan hanya menghasilkan uang semata seperti apa yang dikatakan oleh ayah kaya, tetapi memiliki posisi yang sangat strategi untuk menciptakan kemaslahatan umat.

''Bagaimana rasanya hidup terus menerus diatur orang lain ? Bagaimana rasanya  jika hidup kita jika selalu harus mengikuti standar-standar yang ditetapkan orang lain?  Makan dan minum ditakar orang, danâ.keuanganpun ditakar orang lain ?! Wow, pedih Jenderal !.

Sebuah filsafat Cina mengatakan, dengan terjemahan bebasnya berarti, sepanjang kita bekerja untuk orang lain maka hidup kita diukur. Ibarat seekor burung dalam sangkar, empunya memberikan jatah makanan dan minum setiap hari, dan sang burung memberikan kicauan indahnya yang setiap pagi dinikmati oleh telinga empunya. Namun, takkala terjadi sesuatu hal pada empunya, misalnya kita karang saja cerita yang paling heboh, mendadak meninggal karena penyakit jantung dan baru ditemukan tetangganya tiga hari kemudian, menurut perkiraan anda, bagaimana nasib sang burung ?

Kiasan cerita itu kita sambungkan dengan keadaan dunia kerja saat ini, kita saksikan, pabrik-pabrik banyak yang tutup entah karena pailit, atau  para buyer yang mengalihkan investasinya ke negara lain karena berbagai sebab, bagaimanakah kira-kira perasaan para karyawan yang biasa hidup dengan uang gajian tatkala harus menerima kenyataan bahwa dirinya di PHK ?


Namun untuk burung yang terbang di alam raya tak ada satu risetpun yang melaporkan burung-burung itu  tak mampu lagi mengepakkan sayapnya dan jatuh kebumi karena kelaparan. Dimana ia hinggap dibumi yang luas ini, Allah membentangkan  rezeki bagi mahluknya.



Dalam kiasan lain sekali lagi tentang burung yang diambil suatu cerita sufi, seseorang telah meninggalkan kemegahan hidupnya karena ia melihat seekor burung  melayang diudara dan kemudian ia hinggap disebuah dahan dan menyuapi seekor burung yang patah sayapnya. Lalu ia berkesimpulan, bahwa rezeki bagi manusia sudah pasti akan diberikan oleh Allah SWT, wong burung yang patah sayapnya saja  diberi. Ia kemudian menyampaikan buah pemikirannya itu pada seorang ulama yang shalih  yang ditemuinya. Lalu apa jawaban sang ulama?, Wahai fulan, mengapa engkau tidak berfikir untuk menjadi seekor burung yang kuat dan memberikan makanan pada burung yang patah sayapnya ?. Dengan kata lain, tangan diatas lebih mulia dibanding dengan tangan dibawah, manusia itu diukur dari apa yang ia berikan untuk orang lain, dan bukan dari apa yang ia terima dari orang lain. Kemampuan menciptakan kehidupan bagi orang lain, menjadikan seseorang  berharga dan bernilai. Karena itu karyawan tidak lebih mulia dari pengusaha.


Mudah-mudahan kita lebih tergerak untuk membangun bisnis dan/atau membantu orang lain membangun bisnis. Juga mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan peningkatan ekonomi umat melalui bisnis ini.


Sembilan dari sepuluh kekayaan.


Sembilan dari sepuluh kekayaan ada ditangan pengusaha, demikian Rasulullah SAW pernah bersabda. Artinya, hanya satu  saja kekayaan yang dapat dimiliki karyawan.  Itulah sebabnya, mengapa As Syahid Imam Hassan Al Banna menganjurkan ummat Islam memiliki sebuah life skill, mencari  pendapatan melalui kewirausahawanan. Ini bukan berarti menisbikan keahlian lainnya, tetapi kemampuan kewirausahaan hendaknya dimiliki oleh semua kaum muslimin, mana tahu jika roda kehidupan tiba-tiba berubah dengan cepat, dan kita harus segera merubah haluan karena ada penumpang didalam kapal kita, istri, anak-anak atau bahkan mungkin orang tua kita. Tentu kita tidak ingin semuanya karam bukan ? Jika kita mencintai istri, suami, anak-anak dan orang tua kita, maka Love is Power bukan perasaan. Yang dibutuhkan oleh kita adalah tough love cinta yang tegar bukan sentimental love, sepiring nasi kita berdua kata Meggy Z.- baju satu kering di badan takan luntur cintaku padamu , walaupun harus hidup di gubuk derita, asalkan setia , asalkan bahagia.




Belajar dari Tikus


Dalam buku yang berjudul Who Move My Cheese yang ditulis oleh Spencer Johnson yang dikutip oleh Kasali ( 2005:257 ) mengatakan, pada dasarnya manusia adalah mahluk yang terprogram oleh rutinitas. Tindakan-tindakannya dikendalikan oleh kebiasaan-kebiasaan (habit). Artinya, manusia cenderung berorientasi pada masa lalu ( kebiasaan-kebiasaan). (keju) diartikan sebagai sesuatu yang dicari manusia, bisa diartikan nasi,sayur mayor,mobil, rumah atau apa saja. Maka ketika manusia menemukan sesuatu, dan itu berulang-ulang selalu ada disana. Mula-mula anda membentuk kebiasaan, lama-lama kebiasaan itu akan membentuk anda.Bagaimana jika tiba-tiba keju itu tidak ada ?. Manusia akan segera komplain dan berteriak-teriak minta dikembalikan. Dan manusia terus menunggu dan menunggu, hingga akhirnya usia semakin tua yang tersisa adalah harapan akan kembali lagi. Sedangkan tikus, ia tidak akan tinggal diam jika keju  itu tidak ada, berhari-hari ia tidak akan berhenti bergerak untuk mencari kejunya yang hilang. Dan jika tidak ditemukannya jua, ia akan segera mencari jalan baru sampai suatu ketika mereka menemukan sumber baru ditempat yang sama sekali berbeda.



Sebagai penutup dari artikel ini, kita dapat belajar dari burung di alam raya dan tikus, mereka adalah mahluk-mahluk Allah SWT yang dibekali naluri bertahan hidup dan tidak mengenal menyerah untuk sepotong makanan penyambung nyawa. Bagaimanakah dengan kita yang lebih mulia dibanding mahluk Allah SWT yang lain ?

Keyakinan Untuk Sukses

Jika Anda benar-benar mengharapkan terjadinya sesuatu, maka harapan ini memiliki efek yang kuat terhadap sikap dan kepribadian Anda. Semakin besar keyakinan terhadap harapan Anda, semakin mungkin bahwa Anda akan melakukan dan mengatakan sesuatu yang konsisten dengan apa yang Anda harapkan akan terjadi. Orang yang sukses berharap untuk menjadi sukses. Orang yang sukses senantiasa mengharapkan kesuksesan-kesuksesan dan yakin bahwa hal itu akan terjadi dalam hidupnya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw. bersabda, Allah swt. berfirman, ”Aku tergantung kepada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. (H.R. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Berdasarkan hadist diatas, apapun yang Anda yakini dengan sepenuh hati akan menjadi kenyataan bagi Anda. Keyakinan Anda yang terdalam membentuk suatu layar prasangka yang membelokkan realitas eksternal Anda dan menyebabkan Anda melihat sesuatu tidak dengan cara yang sebenarnya tetapi dengan cara Anda. Keyakinan Anda yang kuat dapat menjadi kenyataan, ”Anda bukanlah apa yang Anda pikir tentang siapa diri Anda, tetapi apa yang Anda pikirkan, itulah Anda”.
Hal terburuk dari semua keyakinan adalah keyakinan yang membatasi diri. Ini adalah keyakinan karena mengalami realita perkembangan dalam hidup, yang biasanya adalah perkembangan yang salah, yang menyebabkan Anda yakin bahwa Anda memiliki keterbatasan dalam beberapa hal. Sebagai hasil dari keyakinan yang mebatasi diri Anda, Anda terus menerus menganggap remeh diri Anda, dengan mudah menyerah dalam mengejar tujuan, dan lebih buruk lagi, bercerita kepada orang lain disekitar Anda bahwa Anda memiliki kekurangan dalam kualitas dan kemampuan tertentu.
Salah satu langkah terpenting yang perlu Anda ambil adalah mengatasi keyakinan yang membatasi diri Anda. Anda memulai proses ini dengan membayangkan bahwa Anda tidak memiliki keterbatasan sama sekali. Ketika Anda mengembangkan otak Anda sampai ke titik yang benar-benar Anda yakini, bahwa Anda dapat melakukan apapun yang Anda masukkan ke dalam otak, Anda akan menemukan suatu cara untuk menjadikan keyakinan itu sebuah realitas. Hasilnya seluruh keyakinan Anda akan berubah.

Keyakinan merupakan hal yang sulit untuk diubah, namun keyakinan merupakan hal yang dapat dipelajari. Dan apapun yang telah dipelajari dapat dihapus. Anda dapat mengembangkan keyakinan akan keberanian, kepercayaan diri dan ketekunan yang tak dapat dihentikan yang diperlukan untuk mendapatkan kesuksesan besar dengan cara memprogram otak alam bawah sadar Anda dengan cara tertentu.

Rujukan : Kasali,Rhenald , 2005, Change!, Gramedia, Jakarta.Â

0 Response to "Mengapa Kita Harus Membangun Bisnis?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel