Belajar Bisnis Dari Puasa


Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelummu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah:183)

Semua umat muslim di dunia sekarang sedang merayakan bulansuci Ramadhan, hendaknya disembut kehadirannya dengan hati gembira dan perasaan senang, karena kehadirannya membawa barokah, rahmat dan maghfiroh kepada umat Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa bergembira dengan datangnya Ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka.” Hadist yang lain ”Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, niscaya diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang (HR Ahmad)


Bulan suci Ramadhan ibarat kita sedang masuk ke dalam kebun buah, dimana buah-buah yang ada di dalam kebun, semuanya masak dan siap dimakan. Allah menyediakan buah-buah pahala ranum, manis dan lezat untuk segera diambil dan dirasakan. Allah mempersilakan hambaNya untuk mengambil sepuasnya. Akan tetapi dalam kenyataannya ada hamba-hambaNya yang memanfaatkan dengan baik, ada yang tidak. Bagi  hambaNya yang tidak memanfaatkan kesempatan puasa ini bagi Allah tidaklah rugi, bahkan sebaliknya, mereka sendirilah yang rugi karena tidak mau mengambil buah-buah pahala yang manis dan lezat.
Ayat di atas sangat jelas, Allah hanya mengajak orang-orang beriman yang wajib berpuasa, sedangkan yang tidak beriman diberikan pilihan (mau/tidak). Pertanyaannya sekarang, siapa orang-orang yang beriman itu? Yaitu orang-orang yang percaya dengan Rukun Iman dan melaksanakan Rukun Islam.

Di dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahapan agar menjadi orang-orang yang beruntung adalah:


1.    Persiapan
Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari.
”...dan makanlah kamu dan minumlah sehingga jelas kepadamu garis putih dari garis yang hitam daripada fajar, kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam...” (QS. Al-Baqarah:187)
Puasa tidak sah tanpa niat, tempat niat adalah hati, waktu niat adalah malam hari yaitu sejak matahari terbenam sampai sedikit lagi tiba waktu imsak. Niat wajib dilakukan setiap malam di bulan Ramadhan. Alangkah baiknya kita setiap malam menjalankan sahur dan sholat subuh berjamaah dalam rangka mempersiapkan diri.


2.    Usaha
Puasa adalah ujian bagi seseorang, sampai dimana ketaatan dan ketahanan jiwanya seta kejujurannya dalam menjalani tugasnya. Betapa perihnya perut yang keroncongan dan menahan hawa nafsu. ”Perut adalah sarangnya penyakit dan pencegahan awal adalah pangkal pengobatan. Berilah masing-masing tubuh apa yang terbiasa (Al-Hadist). Para dokter sepakat bahwa pengaturan makan dan minum sangat perlu untuk menjaga kesehatan, karena penyebab dari segala macam penyakit berawal dari perut.


3.    Amal
Dari Abi Umamah ra, berkata: Aku mendatangi Rasulullah SAW, kemudian aku berkata, suruhlah aku dengan suatu amalan yang dapat memasukkan aku kedalam surga, nabi menjawab: hendaklah kalian berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu tidak ada bandingnya.” Kemudian aku datang lagi kedua kalinya, maka nabi Muhammad SAW menjawab ”Hendaklah kalian berpuasa” (HR Ahmad, An-Nasai dan Al-Hakim)


4.    Sabar
Puasa dapat menekan dan mengendalikan hawa nafsu, karena banyak cobaan dan godaan yang kita lalui dengan kesabaran kita akan dapat melaluinya dengan baik. ”Berapa banyak orang berpuasa tidak dapat dari puasanya melainkan lapar, dan berapa banyak orang sholat malam tidak dapat dari sholatnya melainkan jaga malam. (HR. An-Nasai, Ibnu majah dan Al-Hakim)


5.    Ambil manfaat
”Seandainya umatku mengetahui apa yang ada di bulan Ramadhan, sungguh mereka mengharap bahwa sepanjang tahun itu Ramadhan.” Banyak manfaat yang dapat diambil dari puasa, diantaranya: rasa solidaritas yang tinggi, mampu menahan hawa nafsu, terbiasa dengan kata-kata yang baik, disiplin, rajin, tepat waktu, tolong-menolong, dll.

Lalu apa kaitannya persiapan, usaha, Amal, Sabar, Ambil manfaat dengan marketing? Tentunya sangat erat.

Kesalahan para penjual terjadi dikarenakna kata-kata PUASA tidak diterapkan dengan baik. Menjual tidak punya Persiapan, Menjual kurang Usaha, kurang Amal ,kurang Sabar, dan menjual tidak dapat mengambil manfaat dari aktifitas yang dilakukannya. Penjual yang sukses adalah dimulai dari dirinya sendiri dan berani menjual kemampuan diri.

1. Persiapan Penjual

Persiapan yang harus dilakukan penjual adalah:
  • Company Profile Knowledge (Penjual mengetahui sejak kapan perusahaan berdiri, bagaimana SDM nya, bagaimana jangkauan pasarnya, dll.
  • Entertain Knowledge (Penjual mengetahui apa yang harus diberikan untuk mengikat konsumen.
  • Produk Knowledge (Penjual mengetahui bagaimana stoknya? Bagaimana jalur distribusinya? Bagaimana featurenya dan benefitnya? Bagaimana kemasannya?dll
  • Administrasi Knowledge (Penjual mengetahui biodata konsumen, alat-alat tulis sebelum melakukan penjualan, alat menghitung, agenda kunjungan harian, dll).
  • Target Knowledge (Penjual mengetahui bagaimana strategi harian-mingguan dan akhir bulan? Bagaimana strategi mengalahkan competitor? Dll)
2. Usaha
Usaha yang harus dilakukan penjual diantaranya:
  • Strategi (Penjual harus tahu, strategi apa yang dipergunakan untuk menghadapi konsumen maupun kompetitor?
  • Evaluasi (setelah melakukan strategi apa yang harus dievaluasi untuk menutupi kekurangan yang ada)
  • Negosiasi (Setelah evaluasi lakukan negosiasi yang mengarah pada win-win solution antara pihak penjual dengan pihak konsumen)
  • Interaksi (Setelah terjadi kesepakatan, interaksi apa yang harus dilakukan dalam rangka menjalin bisnis yang lebih baik dimasa yang akan datang).
3. Amal
Amal yang harus dilakukan diantaranya:
  • Akrab dengan sesama dan konsumen
  • Musyawarah apabila mempunyai kendala di lapangan
  • Akhlak yang baik terhadap sesama dan konsumen
  • Loyal pada diri sendiri, perusahaan dan kosumen
4. Sabar
Sabar tidak sama dengan pasrah, sabar adalah langkah nyata yang dibarengi dengan usaha dan kerja keras. Allah berfirman ”Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik (QS. Al-Ma’arif) di ayat yang lain ”Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu (QS. Luqman:17). Sabarnya penjual adalah:
  • semangat
  • ambisi yang positif
  • berani meneriam tantangan
  • aktif (jemput bola)
  • religiust
5. Ambil Manfaat
Penjual terbaik adalah penjual yang dapat mengambil manfaat dan setiap gerakan-ucapan dan tindakannya sendiri. Penjual terbaik adalah penjual yang selalu mengevaluasi dirinya untuk mencari jalan keluar pada apa yang terjadi. Sehingga problema yang muncul bukannya semakin berat bahkan semakin ringan. Allah berfirman ”Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (QS Ar Rad:24) di ayat lain ”maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah:5-6)

Puasa adalah ladang ilmu dan ladang kesabaran. Bagi mereka yang dapat memanfaatkan dengan baik niscaya derajad Taqwa akan kita dapatkan. Begitu juga dalam penjualan lakukan langkah-langkah di atas dengan baik, temukan ilmu keikhlasan dalam menjalankan tugas dan Yakinlah bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan akan membantu permasalahan-permasalahan yang akan terjadi. Ketika kita sudah berusaha secara maksimal serahkan segala urusan kepada Allah.



0 Response to "Belajar Bisnis Dari Puasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel